Oleh : Rezal Fajmi
Sebuah desa yang damai, gemuruh angin menggugurkan dedaunan rindang, kicauan burung bernada merdu, di ujung desa ada sebuah kebun bernama garden.
Garden laksana surga dunia penuh dengan pepohohan rindang, buah-buahan segar bahkan sampai bermacam sayur-sayuran tersedia, siapa saja yang masuk ke garden akan merasakan bahagia yang tak bisa di jelaskan dengan kata kata. Tapi berbeda hal dengan pemilik garden, Jack itulah nama panggilannya, terdengar keren laksana seorang petualang yang mengarungi lautan lepas.
Kisah jack berawal dari Garden, dia sangat giat dalam bekerja, pagi buta dia sudah berangkat ke garden untuk menanam dan menyirami tanaman, berbagai cara dia lakukan supaya tanamannya tumbuh dengan cepat seperti harapan nya.
Saat Garden di penuhi oleh pengunjung, jack terpesona dengan pandangan seorang gadis cantik jelita yang berasal dari luar daerah.
"Assalamu'alaikum, bang" sapa gadis cantik itu,
"Wa'alaikumussalam" jawab jack dengan jantung berdebar kencang.
"Apakah abang pemilik kebun ini?" tanya gadis dengan senyuman manisnya.
"iya dik" jawab jack
"ada yang bisa dibantu?" lanjutnya.
"perkenalkan bang nama saya Vieona, bolehkah saya belajar berkebun dengan abang" pinta Vieona.
"..............." jack terdiam tanpa kata, "ya Allah, dia ingin belajar kepadaku" kata jack dalam hati.
"Bagaimana bang, tapi aku tidak sendiri bang ada dua saudaraku juga ingin bergabung?" ujar Vieona.
"Oh boleh dik" jawab jack dengan tangan bergetar.
Semangat jack merawat garden semakin membara dia bekerja lebih dari biasanya, bagaimana tidak dia merasa sangat gembira dengan kehadiran Vieona yang akan belajar dengannya.
Beberapa bulan berlalu, jack dan vieona semakin akrab, mereka seperti sepasang kekasih yang saling punya perasaan cinta dan bersama sama merawat garden sekaligus mengajarkan vieona dan saudaranya.
"Bang, hari ini merupakan hari terakhir ku berada di garden aku dan sudaraku akan balik ke desaku" ujar vieona dengan rawut wajah sedih.
Hati jack terasa hancur, saat mendengar itu "kenapa vieona?" tanya jack
"Orang tuaku membutuhkan ku di sana, membantunya merawat kebun peninggalan ayahku"jawab vieona air mata mulai berlinang.
"Baik vieona, hati hati dijalan, jaga diri baik baik di sana" ucap jack dengan suara lesu.
Akhirya vieona pulang ke desanya dan meninggalkan alamat tempat tinggalnya kepada jack. Rawut wajah jack kembali bercahaya.
Jack memulai mengirim sepucuk surat untuk vieona dari garden, surat yang berbeda dengan yang lain.
Setiap sore setelah menyirami tanaman di garden dia menunggu balasan dari gadis cantik jelita di atas dangau yang dibuatnya.
"tiiiittt..tiiiitttt.." suara klakson pak pos dan terus mendekati jack.
"Ini bang ada surat" ujar pak pos.
"mudah-mudahan ini balasan dari vieona" ucap jack dalam hati dengan penuh harapan.
Jack mengambil surat, ternyata benar itu sepucuk surat balasan dari vieona untuk jack, rasa gembira luar biasa, jack berlari lari ke setiap sudut garden meneriaki "Alhamdulillah, sepucuk balasan surat gadis idamanku"
Kemudian hari jack terus berkomunikasi dengan vieona melalui surat. Akan tetapi suatu hari dimana jack menunggu sangat lama, menit berganti jam, hari berganti minggu, bulan berganti tahun tidak ada sepucuk surat balasan pun yang datang ke garden.
Hal itu membuat jack jatuh sakit memikirkan sepucuk surat darinya tidak ada kabar balasan.
Apa yang terjadi?
**** tunggu lanjutannya di Sepucuk surat dari garden Part II

Komentar
Posting Komentar