Langsung ke konten utama

Murabbiku Adalah Mertuaku

Foto : Pexels

Aku anak desa yang bercita-cita tinggi menjadi seorang bermanfaat bagi kedua orang tuaku, Agama,  Bangsa dan Negara.  Itu berbanding terbalik dengan keadaan yang aku lakukan sekarang,  Bagaimana tidak,  ayah dan ibu menyuruhku pergi kesekolah sedangkan aku nongkrong di kantin sekolah bersama dengan teman - teman lain yang bolos. Parahnya lagi saling berbagi gosip terbaru baik itu tentang teman maupun guru.  Itulah aku,  Oh iya aku belum memperkenalkan diri,  namaku Jul teman-temanku sering memanggilku jul sitampan, apalagi yang cewek cewek langsung terpesona saat aku lewat.  Hahaha... 


Aku pernah gonta ganti sekolah karena kelakuanku seperti itu orang tua di sibukkan dengan surat panggilan dari sekolah. Bahkan aku pernah di asingkan ep sebentar...bukan di asingkan tapi di deportasi ke dataran tinggi haha... di rumah sepupu ayahku,  Dengan harapan diriku bisa berubah.  Suhu udara di sana sangat berbeda dengan di desaku, hawa dingin seperti di kutub utara. Mereka sangat senang dengan kehadiranku. 

Selama di sini aku disibukkan dengan berbagai macam aktivitas seperti pergi ke kebun kopi membersihkan dan memetiknya, berkeliling menikmati alam dataran tinggi. Sejak awal sampai di sini aku dikenalkan dengan minuman kopi khas daerah itu dan aku sudah mulai nyaman dengan secangkir kopi setiap pagi dan petang. 

Usai sudah 1 bulan di kota dataran tinggi,  akhirnya diriku balik ke kampung halaman menjalani aktivitas seperti biasa (kerja di doorsmeer). terbesit dalam hati untuk melanjutkan pendidikan ke kota Banda Aceh untuk mengubah kehidupan ini lebih bermanfaat,

"Tinggal di pondok pesantren ya nak selama menempuh pendidikan di sana!" pesan ibu dan ayah.

"Ayah dan ibu selalu mendoakanmu disini" lanjutnya

"In Syaa Allah, siap bu" jawabku. 

Lalu ibu memelukku dengan erat dengan tangisan sedih karena aku akan merantau ke kota seberang, dengan suara terbata bata ibu mengucapkan "Hati-hati ya nak selama disna, berprilaku baiklah dan selalu jujur, in Syaa Allah akan membantumu".

Perjalanan memilukan ini terasa sangat lama, setiba di sana aku menginap dirumah kakakku. Oh iya, sebelum ke Banda aku sudah di terima salah satu Universitas ternama di jurusa Agama Islam sesuai dengat niatku. 

Semester satu berjalan dengan lancar, temanku mengajakku tinggal di podok pesantren di daerah tempat tinggalnya, tanpa berfikir panjang aku spontan menerima ajakannya.

"itu yang sedang aku cari" jelasku.

"besok kita langsung kepondok ya, kita daftar terlebih dahulu" ucap kawanku.

Keesokan harinya bergegas ke pondok pesantren untuk mendaftar dengan kelengkapan administrasi yang suda di tangan. 

Tok... Tok... Tok... 

"Assalamualaikum" ucap temanku. 

"Wa'alaikumussalam, silahkan masuk" terdengar suara dari dalam. 

"Abi,  ada anak baru mau masuk ke pondok kita" ujar temanku. 

"siapa namamu nak dan dari mana asalmu? " tanya abi

"Jul dari biruen abi" jawabku dengan sopan. 

Semenjak hari itu saya tinggal di pondok pesantren, selain itu aktivitasku adalah belajar dan mengajar di pondok pesantren. suatu malam saat aku di minta mengajar di kelas santri wati dan hatiku berdebar tak karuan, selesai mengajarpun terpikirkan olehku siapa santriwati tersebut ? dan ternyata satriwati itu kira anak pimpinan pondok pesantren.

Waktu terus berjalan kini aku sudah menyelesaikan tugas akhir kuliah. Aktivitasku sekarang selain yang sudahku sebutkan tadi  bertambah bekerja di perusahaan catering. seiring aku bekerja ternnyata istri dari sepupu ayahku ingin menjodohkan ku dengan seorang perempuan dari keturunan yang kaya. 

"Orang mana dia om ?" tanyaku 

"satu kampung dengan Om di dataran tinggi, dia baru menyelesaikan Satra 1 juga" jawab om.

Karena hatiku juga sudah berhasrat untuk menyempurnakan agama, melamar anak pimpinan yang aku sukai juga mustahil bagiku, dia anak yang terdidik full dengan ilmu agama sedangkan aku punya catatan yang jelek di tempo dulu saat remaja. 

"Baik om, tapi kita ta'aruf dulua ya" ujurku,

"iyalaah, kan tidak mungkin nikah terus" saut omku sambil tertawa.


Selama satu bulan aku ta'aruf berjalan dengan lancar, dia memberitahukan kegiatannya, rencana dia yang akan melanjutkan Magister ke Jakarta. aku dan dia sudah saling mengenal satu antar sama lain, aku tidak mempermasalahkan itu. Orang tua juga sudah setuju. aku pun lupa memberitahukan namanya, jadi namaya itu Nurul.

Sebentar, pimpinanku adalah murabbiku, aku selalu menceritakan masalah hidupku ke beliau sekaligus meminta solusi, begitu juga dengan perjodohanku. Beliau seorang solutif, baik, ramah dan penyayang. aku sudah menggapnya sebagai ayah kedua di Pondok.


Balik lagi ke yang tadi...

Setelah beberapa bulan kami berta'aruf, orang tuanya mengundang kedua orang tuaku kerumah untuk ngobrol hal penting berkenaan dengan pernikahan kami. Kedua orang tuaku memenuhi undangan.

"Bagaimana hasilnya bu? " tanyaku sepulang ibu dari rumah nurul. 

"Tunangan dulu jul,  tunggu satu tahun baru nikah" jawab ibu. 

Dalam satu tahun dia ke jakarta lanjut kuliah dan kami masih ber komunikasi. "Bagaimana kuliah hari ini nurul? " tanyaku via chat

"Berjalan dengan lancar" jawab nurul, 

"ini baru ketemu dosen pembimbing" lanjutnya. 

Aku penasaran dengan dosen pembimbing nya, "Dosen pembimbing laki laki atau perempuan nurul?" tanyaku hati mulai panas. 

"laki laki jul" jawab dia dengan lugu. 

Aku tidak melanjutkan chattingan kami karena hatiku sudah mulai panas dan gerah. Selang beberapa hari di memberitahukan ku lagi bahwa dia mau kerumah dosen pembimbing, spontan aku naik pitam membacanya. 

Aku keluar rumah,  menenangkan diri sejenak dan menelpon nya. 

"Tuuuuuuit....tuuuuuuuut... Tuuuut" suara hp  memanggil

"tut... Tut... Tut... " tidak di angkat. 

Aku mencoba berkali kali bahkan mencapai 3 jam, namu tidak ada kabar juga. Berselang dua jam setelah aku telpon, akhirnya hp ku berdering, bergegas aku angkat dan mulai berbicara. 

"bang jul,  kita tunda dulu nikahnya boleh? " tanya nurul

"kenapa nurul? Kok tiba-tiba bilang seperti itu" jawab jul dengan kaget.

"Nurul,  fokus kuliah dulu!" lanjut nurul. 

Pikiranku melayang dan memikirkan yang aneh aneh dan langsung ku matikan telponnya. 

Tut... Tut... Tut... 

"sepertinya tidak bisa dilanjutkan lagi pernilaham ini,  alasan yang tidak jelas untuk menunda pernikahan" ucapku dalam hati. 

Pikiranku bimbang terpikirkan pertanyaan nurul, 5 hari 5 malam pertanyaan itu tidak bisa ku jawab.  Karna tak sanggup menahan sendiri ku pergi mengadu pada murabbiku menceritakan semuanya, satu kalimat dari murabbiku menenangkan hatiku.

"Jodoh itu takkan kemana nak,  pulanglah lakukan shalat istikharah beberapa kali, in Syaa Allah pasti ada jawaban". Ucap murabbiku.

Aku melakukan shalat istikharah secara terus menerus berharap ada jawaban dan satu pekan berjalan Allah memberiku satu jawaban yaitu tidak melanjutkan pernikahan dengannya. Aku memberitahukan kepada kedua orangtua ku beserta alasan yang kuat dan mereka berdua setuju dengan keputusan yang aku buat. 

Sedih sangat sedih,  siapa sih yang tidak sedih ketika kita sudah berharap untuk melanjutkan pernikahan akan tetapi harus berhenti karna satu alasan. Hari-hariku berlalu dengan kesedihan namun Allah gantikan semua kesedihanku dengan kegembiraan.


"Grrrgrgeggrgrgrgr" Hpku bergetar, aku tidak mengangkatnya, tapi Hpku terus begetar dan akhirnya aku melihat Hp, ternyta tantenya kira anaknya murabbiku yang telpon, lalu aku mengangkatnya. 

"Assalamualaikum jul, apa kabar" sapa tante kira

"Wa'alaikumussalam, sehat kak" sahutku dengan penasaran. 

"Aku mendengar kamu tidak lanjut menikah dengan tunanganmu ya?" lanjut tante kira. 

"Tahu dari mana kak? " ujarku tambah penasaran.

"benar kan? " lanjut tante kira seperti memaksa agar aku menjawab. 

"iya benar kak,  tidak berjodoh denganny" jawabku. 

Panjang lebar kami mengobrol, satu persatu pertanyaan dari tante kira aku menjawab semuanya dengan detail dan tibalah inti dari pembicaraan kami. 

"Jul,  kamu mau kakak jodohkan dengan kira anaknya Abi (sebutan kami santri ke murabbi)?" tanya tante kira sambil ketawa kecil. 

"serius kak,  jangan memberikan harapan kepadaku" jawab ku dengan kegembiraan luar biasa. 

"Serius jul,  jika kamu mau segera bawa kedua orang tua mu, datang dan lamar dia sebelum  terlambat" lanjut tante kira. 

Setelah menutup telpon aku berteriak dengan suara yang sangat kecil Terima Kasih Ya Allah. 

"Ya Allah,  aku berniat menghalalkanya, Lancarkan dan berkahilah rezki yang engkau berikan kepadaku" Doa yang kupanjatkan.

Oh iya,  selama 6 tahun aku tidak pernah melihat kira lagi, karena dia belajar di pondok pesantren yang ada di luar kota. 

Tibalah pertemuan kedua orangtuaku dengan murabbiku, mereka meminang kira untukku, aku di rumah menunggu hasil pertemuan sambil duduk diteras menggerak gerakkan kaki dan gigit kuku takut hasilnya tidak seperti yang diharapkan.  Usai 3 jam lamanya nampak dari kejauhan kedua orang tuaku,  aku langsung menghampirinya.

"Bagaimana hasilnya bu? " tanyaku yang tidak sabaran

"Alhamdulillah,  beruntung kamu nak abi memberikan anaknya yang sholehah kepadamu" jawab ibuku dengan tersenyum. 

Setelah pertemuan itu kami sekeluarga sudah mulai menyiapkan semua apa yang di butuhkan untuk acara pernikahan dan walimah. 

Hari yang sudah di tentukan, di dalam mesjid kebanggaan warga masyarakat desa itu, terlihat murabbiku duduk dengan gagah begitu juga aku duduk di sudut menunggu panggilan MC untuk akad, tidak lama setelah pembukaan dan khutbah nikah,  aku di panggil oleh MC menghadap murabbiku sekaligus calon mertuaku. 

"Aku nikahkan kira binti isa anakku untuk mu dengan mahar 20 Mayam Emas tunai" Ucap murabbiku tangannya mendekap tanganku dengan erat. 

"Aku terima nikahnya kira binti isa anak abi untukku dengan mahar 20 mayam emas tunai" jawabbku dengan tegas. 

Sah... Sah.. Sah...  Sahut saksi 

Waktu berhenti sekejap, aku masih belum percaya kini Murabbiku adalah mertuaku, sekaligus muridku kini jadi istriku,  aku tersenyum melihat kira begitu anggun, dia akan mengikuti kemanapun ku pergi dan dia tak pernah jauh dari pandanganku. 


-Selesai-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kosa Kata Bahasa Arab Tentang Unggas #2

Alhamdulillah kemarin kita sudah belajar kosa kata bahasa arab tentang المود الدراسية pada #1, In Syaa Allah hari ini #2 kita lanjutkan kosa kata kita tentang Unggas. Ada 5 kosa kata hari ini, ayam betina, bebek betina, burung, burung gagak dan Merak. Berikut kosakatanya: دَجَاجَةٌ Ayam Betina بَطَّةٌ Bebek Betina طَيْرٌ Burung غُرَابٌ Burung Gagak طَاؤُوْسٌ Merak Kosa kata ini silahkan di baca sampai lengket di kepala serta di tulis di buku kecil masing-masing. Semoga Allah mudahkan, Aamiin

081328290795 JASA BABAT RUMPUT BANDA ACEH

 Assalamu'laikum rakan lon ban mandum, Halaman rumah terasa hutan ? rumput sudah mulai tinggi ? kami solusi terbaik anda. Kami siap ke lokasi untuk membantu anda membabat semua rumput bandel. Hubungi kami segera: 081328290795 kami menerima panggilan ke daerah Banda Aceh dan Aceh Besar. Ayoo... segeraa... Jangan biarkan rumput menghalangi rumahmu dari keindahan. sedang babat semak-semak

Kunjungan Edukasi Siswa Kelas 6 Cordova ke Kesbangpol Aceh

Penulis : Ibnu Adam Hari rabu, 15 Januari 2025 saya di ikut sertakan bersama siswa kelas 6 Cordova melaksanakan kegiatan kunjungan edukasi (Kunjed) ke KESBANGPOL Provinsi Aceh serta wali kelasnya. Sedikit cerita kenapa harus ke KESBANGPOL, wali kelas menyiapkan bebarapa indikator pelajaran buku TEMA (buku belajar siswa) salah satunya Kesatuan dan Persatuan yang juga terpilih untuk dijadikan bahan dan tujuan kunjed, karena indikator yang terpilih terkait kesatuan dan persatuan maka tempat yang cocok di jadikan kunjed adalah kesbangpol yang memiliki ruang memorial perdamaian Gerakan Aceh Merdeka biasa di sebut GAM. Tiba disana kami di sambut oleh petugas dan diarahkan langsung ke ruang memorial perdamaian yang berisi peninggalan artefak GAM, foto dan informasi perjalanan damai di Aceh. Sembari menunggu tour guide menghampiri kami, para siswa langsung mengisi lembar kerja mereka yang di berikan wali kelas, ada juga yang meliha foto yang di pamerkan dalam ruangan juga ada yang ...