Ide Cerita : Noaufal Irhamna (Kelas 4 SDIC Anak Bangsa)
Penulis : Rezal Fajmi
![]() |
| Foto Ilustrasi: Pexels.com |
Malam itu kami sedang ikut Perjusa (Perkemahan Jumat Sabtu) di sekolah, aku beserta temanku namanya Fathun, Amzar, Amsyar, Chalil, Ariq serta teman-teman yang lain sedang istirahat kira-kira jam 12 malam sebagaian dari kami sedang bermain Uno termasuk aku.
"Eh... kenapa bergetar ya sekolahnya" tutur fathun dengan ekspresi kaget dan ketakutan.
"iya bergetar dengan cepat" Jawab semua.
Atap gedung sekolah mulai roboh di saat bersamaan lewat sosok berkaki 8 kami tidak tahu siapa sosok yang bekaki 8 itu. saat aku dan teman-teman berlindung dari robohnya atap terdengar suara yang sangat mengerikan dan tidak pernah kami mendengarkan di sekolah ini.
"Cu...cu...cu...cu" suara dari luar sekolah.
"Cu...cu...cu...cu" suara dari luar sekolah.
Ariq yang berlindung di bawah meja melihat ke arah jendela nampak kereta uap berkaki 8 dan bermuka seram. Ariq terdiam tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Akhirnya sosok itu pergi, tapi dalam beberapa detik getaran mulai mengguncang sekolah lagi ternyata sosok itu berjalan mengelilingi sekolah, tapi jalannya itu tidak seperti jalan orang normal dia berjalan dengan sangat cepat secepat pesawat tempur dan bersiap siap untuk memakan manusia.
Saat ada celah, kami langsung berlari keluar dan berpecar mencari tempat yang aman.
"Fathun, Ariq, Amsyar, Amzar, chlail yok ikut aku" teriakku dengan nada pelan.
Aku langsung mengarahkan mereka ke Mesjid karena mesjid sangat aman dan suci menurutku jadi sosok monster itu tidak berani mendekati mesjid. beberapa temanku sudah tertangkap dan dimakan oleh monster itu.
"Lihat keluar itu dia monsternya" bisik Fathun
hiks..hiks.. hiks... suara tangisan Amsyar dan Amzar
Aku pun tambah panik. ternyata monster itu terlihat sedang mencari sesuatu di luar mesjid. tepat seperti kataku dia tidak mendekati mesjid. kamipun tidur di mesjid dalam waktu yang sangat lama tapi monster itu tetap tidak pidah tempat.
"Bagaimana ya dengan orangtua ku ?" teringatku. Aku ingin balik, tapi belum tahu caranya bagaimana.
"Teman-teman lihat keluar, itu ada becak sepeda" ujar chalil.
satu persatu kami pergi menaiki becak sepeda, tapi ketika fathun berlari menuju ke becak monster itu sadar,
"Ayoo fathun kamu pasti bisa lari sekuat mungkin" Teriak kami.
lalu dia mengejar kami dan yang lain juga sudah di becak aku langsung mengayuh dengan kencang tapi aku merasa heran kenapa becak itu berlari sangat cepat seperti Motogp.
Rumahku sudah berada di depan mata tetapi ada yang aneh dengan rumahku, dulunya beton biasa tapi sekarang berubah menjadi penuh dengan besi anti baja. pintu terbuka lebar dan kakiku mengayuh lebih kuat mengarah ke dalam rumah.
"Tidaaaaakk...." teriakku remnya rusak.
"Duaarrrr.." becak menabrak barang antik dalam rumah dan kami berhamburan tergeletak di atas lantai.
dari dalam terlihat dengan jelas monster itu mengarah ke kami.
"Buuuummm" Suara bantingan pintu
ternyata chalil dengan merangkak berusaha menutup pinta.
"Cuu...cuuu...cuu.." Suara dari luar pintu semakin lama semakin keras.
"Duaaarr" Monster berkaki 8 menabrak pintu, kami yang tidak ada lagi energi untuk berlalari kami pasrah dan berdoa. monster itu mendekati ku, aku merangkak menjauh tapi dia terus mendekatiku, menangkapku dan memasukkakan ku kedalam mulutnya.
"Tidaaaaaaaaakkk..." Teriakku sangat keras. saat aku membuka mata, rupanya tadi hanya mimpi.
"Tidaaaaaaaaakkk..." Teriakku sangat keras. saat aku membuka mata, rupanya tadi hanya mimpi.
"Alhamdulillah" Ucapku dalam hati seraya mengelus dada.

Komentar
Posting Komentar